Bocait55.com

Berita Nasional Indonesia

Menlu Retno Marsudi Meminta Malaysia Memberi Akses Kekonsuleran Bagi Siti Aisyah

Posted on 18/02/2017 in Uncategorized

Pada pertemuan para Menteri Luar Negeri Negara G20 yang berlangsung di Bonn, Jerman juga dimanfaatkan oleh Menlu RI Retno Marsudi untuk menyelesaikan salah satu persoalan yang tengah membelit WNI di Malaysia.

WNI yang dimaksud adalah Siti Aisyah yang disebut terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap kakak tiri pemimpin Korut, Kim Jong Nam. Pada kesempatan tersebut, Retno Marsudi melakukan komunikasi dengan Menlu Malaysia YB Dato’ Sri Anifah Aman untuk membahas kasus yang melibatkan seseorang perempuan yang disebut berpaspor Indonesia dengan nama Siti Aisyah.

Dalam pembicaraan tersebut, Retno menegaskan kembali permintaan pemerintah Indonesia untuk mendapatkan akses kekonsuleran terhadap wanita yang disinyalir terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam. Kim Jong Nam yang merupakan kakak tiri pemimpin Korut atau Korea Utara Kim Jong Un meninggal di Bandara Internasional Kuala Lumpur atau KLIA ketika sedang menunggu penerbangan menuju ke Makau. Kematian Kim Jong Nam disebut karena dibunuh oleh agen yang dikirim oleh Korea Utara untuk membungkam Jong Nam yang selama ini selalu berseberangan dengan Korea Utara.
Menlu Retno Marsudi Meminta Malaysia Memberi Akses Kekonsuleran Bagi Siti Aisyah
Hingga saat ini perempuan yang bernama Siti Aisyah tersebut masih ditahan oleh aparat kepolisian Malaysia. Akses kekonsuleran dibutuhkan oleh Kedubes di Malaysia untuk memastikan hak-hak hukum dari Siti Aisyah terpenuhi sepenuhnya ketika menjalankan proses hukum yang akan segera di mulai.

Sebagai bagian dari komuniask antar-Menlu tersebut, Gooi & Azura yang merupakan retainer lawyer telah bertemu sekaligus berkoordinasi dengan penyidik di Kepolisian Sepang, Selangor. Gooi & Azura, retainer lawyer merupakan kuasa hukum yang telah ditunjuk oleh KBRI untuk menjadi pendamping dan sekaligus pembela dalam perkara ini.

Pengacara tersebut juga menyatakan bahwa pihak kepolisian belum dapat bertemu dengan Siti Aisyah. Informasi yang didapat oleh Gooi & Azura adlaah wanita tersebut dalam keadaan sehat. Gooi & Azura juga mendapatkan informasi bahwa Siti Aisyah akan dipindahkan ke penjara lain di Malaysia.

Sejauh ini, akses kepada WNI tersebut belum diperoleh karena Hukum Acara Pidana Malaysia mengatur bahwa tersangka tidak dapat ditemui selama proses investigasi oleh siapapun. Akan tetapi, Kementerian Luar Negeri dan Kepolisian Malaysia telah mengadakan komunikasi yang intensif. Hal ini dilakukan agar akses kekonsuleran KBRI ataupun pengacara dapat segera didapatkan.